![]() |
| Add caption |
Terapi
Ruqyah Syar’iyAH
Saudara/saudariku yang
dirahmati Allah, saat ini, sering kali kita. mendengar terapi pengobatan Ruqyah
namun pengertian yang terlintas dibenak kita adalah terapi untuk mengusir
gangguan jin. Hal ini adalah pendapat keliru dan salah
kaprah dikalangan masyarakat saat ini. Padahal Ruqyah yang sesuai syar’i adalah
sunnah Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam yang disyari’atkan untuk
dilakukan bagi setiap muslim pertama kali saat dirinya merasa sakit, baik sakit
fisik maupun karena gangguan jin.
Apa itu Ruqyah ?
Ruqyah (dengan huruf ra’ di dhammah) adalah
yaitu bacaan untuk pengobatan syar’i (berdasarkan riwayat yang shahih atau
sesuai ketentuan ketentuan yang telah disepakati oleh para ulama) untuk
melindungi diri dan untuk mengobati orang sakit. Bacaan ruqyah berupa ayat ayat
al-Qur’an dan doa-doa yang
telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam.
Ruqyah adalah membacakan ruqyah Syar’iyyah (bacaan Al-qur’an, dzikir
dan do’a). Jiwa seseorang apabila dipenuhi dengan dzikir, wirid dan mensucikan nama
Allah niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir. Orang yang terkena sihir akan sembuh dengan membaca
ruqyah sendiri atau dari orang lain dengan ditiupkan pada dada atau tubuh yang
sakit sambil membaca dzikir dan do’a.
Allah berfirman, “Katakanlah,
‘AlQur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang orang yang beriman.’” (Qs. Fushilat: 44)
Dan di surah Al Isra’ 82, “Dan
Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang
orang yang beriman.”
Surat Yunus ayat 57,
“Hai sekalian manusia, sesungguhnya telah
datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian, dan penyembuh bagi penyakit
penyakit (yang berada) didalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi
orang-orang yang beriman.”
Pada
masa jahiliyah, telah dikenal pengobatan ruqyah. Namun ruqyah kala itu banyak
mengandung kesyirikan. Misalnya menyandarkan diri kepada sesuatu selain Allah,
percaya kepada jin, meyakini kesembuhan dari benda benda tertentu, dan lainnya.
Setelah Islam datang, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang
ruqyah kecuali yang tidak mengandung kesyirikan, ‘Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Dahulu
kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah,
bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’
Beliau
menjawab, ‘Tunjukkan
kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu diperbolehkan selama tidak
mengandung syirik’.” (HR. Muslim no. 2200)
Al-Qurthubi rahimahullah berkata,
“Hadits menunjukkan bahwa hukum asal seluruh ruqyah adalah dilarang,
sebagaimana yang tampak dari ucapannya: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam melarang ruqyah.’ Larangan terhadap segala ruqyah itu berlaku secara
mutlak. Karena di masa jahiliyyah mereka meruqyah dengan ruqyah-ruqyah yang
syirik dan tidak bisa dipahami maknanya. Mereka meyakini bahwa ruqyah-ruqyah
itu berpengaruh dengan sendirinya. Ketika mereka masuk Islam dan hilang dari
diri mereka yang demikian itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang
mereka dari ruqyah. Secara umum agar lebih mantap larangannya dan lebih menutup
jalan (menuju syirik). Selanjutnya ketika mereka bertanya dan mengabarkan
kepada beliau bahwa mereka mendapat manfaat dengan ruqyah-ruqyah itu, beliau
memberi keringanan sebagiannya bagi mereka. Beliau bersabda, ‘Perlihatkan
kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Tidak mengapa menggunakan ruqyah-ruqyah selama
tidak mengandung syirik’.
Mencegah
Lebih Baik dari Mengobati.
Saudara/saudariku sesungguhnya
syari’at Islam telah sempurna sehingga tidak ada hal melainkan sudah ada
keterangannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Karena itu, Allah
telah mengabarkan apa apa yang baik bagi seorang hamba dan apa apa yang mesti
ditinggalkan dengan segala hikmah yang kita ketahui maupun yang tidak kita
ketahui.
Diantara apa yang diajarkan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu berdzikir mengingat Allah dalam
setiap keadaan, dzikir pagi dan petang hari, ketika hendak tidur, ketika
masuk dan keluar rumah, saat memakai baju, dan lainnya hingga tidur lagi. Jika
kita selalu menjaga dzikir dzikir ini pada waktunya, niscaya ia akan
mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, mencegah segala keburukan, mendatangkan
berbagai manfaat dan menolak datangnya bahaya.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
“Jika Allah akan memberi kunci kepada seorang hamba, berarti Alah akan
membukakan (pintu kebaikan) kepadanya dan jika seseorang disesatkan Allah,
berarti ia akan tetap berada di muka pintu tersebut.” Bila seseorang
tidak dibukakan hatinya untuk berdoa dan berdzikir, maka hatinya selalu
bimbang, perasaannya gundah gulana, pikiran kalut, gelisah hasrat dan
keinginannya menjadi lemah. Namun bila seorang hamba selalu berdoa dan
berdzikir memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan, niscaya
hatinya menjadi tenang karena ingat kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(Qs. Ar Ra’d: 28)
(Qs. Ar Ra’d: 28)
Doa dan dzikir yang dilaksanakan
seharusnya adalah doa dan dzikir yang ada tuntunannya dari Rasulullah. Imam
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Dzikir yang paling baik dan paling
bermanfaat adalah doa dan dzikir yang diyakini dengan hati, diucapkan dengan
lisan, dilaksanakan dengan konsisten dari doa dan dzikir yang dicontohkan dari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta orang yang melakukannya memahami
makna dan maksud yang terkandung didalamnya.”
Seorang muslim seharusnya menjaga
diri semaksimal mungkin dengan hal-hal yang
telah disyari’atkan Allah Ta’ala yaitu menjaga Allah Ta’ala dengan benar benar
mengikhlaskan diri dalam mentauhidkan-Nya, senantiasa bertaqwa, senantiasa
berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
menjauhi bid’ah.
TATA CARA MELAKUKAN RUQYAH: Untuk Meruqyah Diri
Anda Sendiri, Keluarga Anda Dan Rumah/ Kamar Anda
Ayat-ayat ruqyah ini merupakan ayat-ayat ruqyah
yang sangat ampuh dan efektif di dalam mengusir jin dan setan, dan membuatnya
tak berdaya. Selain mengeluarkan jin dan setan dari tubuh Anda, bisa digunakan
dengan tujuan untuk menyembuhkan beberapa penyakit akibat pengaruh dari setan
dan jin, juga dapat digunakan untuk menangkal serangan sihir. Dengan secara
rutin membacanya pula maka diri kita akan “bersih” dari setan dan jin; karena
baik disadari atau tidak sebenarnya diri kita dengan mudah dapat dimasuki oleh
setan dan jin; maka dengan secara rutin mengamalkan ayat-ayat ruqyah ini maka
diri kita akan bersih dari setan dan jin.
Di bawah ini saya jelaskan cara menggunakannya
untuk berbagai tujuan tersebut:
1.
Agar ayat-ayat
ruqyah itu mempunyai kekuatan yang maksimal di dalam mengusir dan membasmi
setan dan jin maka semua ayat dibaca dari awal sampai akhir.
2.
Untuk
masing-masing ayat sebaiknya diulang 3X (tiga kali) membacanya.
3.
Dilakukan
setelah shalat maghrib
4.
Sebelum
melakukannya harus berwudlu terlebih dahulu.
5. Sebaiknya
dilakukan dengan istighfar terlebih dahulu sebanyak-banyaknya. Contoh istighfar
yang pendek: Astaghfirullahal‘adziim... Astaghfirullahal‘adziim...
Astaghfirullahal‘adziim... Setelah itu dimulai membaca ayat-ayat ruqyah.
6.
Setelah Anda
selesai melakukannya dengan khusu’ dan ikhlas dengan menghadapkan diri sepenuhnya kepada
Allah SWT, maka Anda akan mengalami beberapa kejadian; misalnya, ada sesuatu
yang bergerak-gerak di dalam bagian tubuh Anda, di tangan, di kaki, di mata
atau di bagian tubuh Anda yang lain. Itulah jin atau setan di dalam tubuh Anda
yang tidak tahan terhadap efek atau khasiat ayat-ayat ruqyah tersebut, di mana
jin atau setan tersebut akan keluar dari tubuh Anda. Hal itu Anda rasakan, dan
intensitas sesuatu yang bergerak-gerak tersebut bisa sebentar, sedang sampai
berlangsung lama di bagian tubuh Anda.
7. Anda jangan takut.
Setan atau jin yang bergerak-gerak di bagian tubuh (misalnya ditangan, di mata atau bagian
tubuh yang lain) Anda itu merupakan REAKSI atau PERTANDA yang menggambarkan
kalau Anda telah berhasil me-ruqyah diri Anda sendiri. Bila perlu,
diulangi lagi membacanya dari awal (Bagian I) sampai akhir (Bagian X)
sebab meskipun telah selesai membacanya, sesuatu yang bergerak-gerak di bagian
tubuh Anda itu kadang berlangsung lama, karena itu perlu diulang. Dan lama-lama
akan hilang, yang berarti bahwa jin atau setan itu telah keluar dari tubuh
Anda.
8. Sebaiknya Anda
melakukan shalat malam (Tahajjud) setelah membaca ayat-ayat ruqyah tersebut dan banyak-banyak
berdzikir kepada Allah SWT.
9.
Lakukan membaca
ayat-ayat ruqyah tersebut secara rutin, insyaAllah, Allah SWT akan menjaga Anda dari segala pengaruh
jin dan setan. Dan anda akan sehat, dihindarkan dari penyakit-penyakit.
10. Penting untuk
selalu mendekatkan diri kepada Allah. Ayat-ayat ruqyah akan sangat efektif dan mempunyai efek yang
berlipat-ganda bagi seseorang yang selalu meningkatkan kedekatannya kepada
Allah SWT.
11. Praktekkan
terus ayat-ayat ruqyah tersebut untuk meruqyah diri Anda sendiri. Jika Anda
sudah terbiasa maka anda bisa meningkatkan penggunaanya untuk meruqyah keluarga
dekat Anda. Terus lakukan dengan istiqamah, agar diri dan keluarga Anda
senantiasa bersih dari jin dan setan yang memang tugasnya adalah menggoda
manusia. Bahkan setelah Anda betul-betul terbiasa, maka Anda bisa meruqyah
orang lain yang membutuhkan pertolangan baik untuk melindunginya dari jin dan
setan, maupun lebih jauh yaitu menyembuhkan orang yang kerasukan jin.
Ciri-ciri orang yang kejinan diantaranya sebagai berikut :
1.
Denyutan jantung makin
kencang
2.
Badan begetar
3.
Ada benda bergerak-gerak
bawah kulit
4.
Mengantuk/menguap
5.
Batuk
6.
Gelisah
7.
Panas di tengkuk
Jika ada yang mengalami gejala-gejala diatas, kemungkinan besar ada jin yang menghuni tubuh anda. Penjelasannya
adalah jin yang berada dalam tubuh kita akan bergerak melalui saluran darah
kita, ayat-ayat ruqyah syariah ini pula amat mustajab dalam menyakiti mereka, lalu
mereka akan kucar-kacir dalam darah kita lalu menyebabkan degupan jantung kita
bertambah kencang. Bagi penderita kejinan akan merasakan mata mengantuk apabila
mendengar ayat-ayat suci yang dibacakan oleh seorang
praktisi ruqyah atau bisa mendengarkan CD MP3 Ruqyah. Ruqyah akan membantu mereka yang mengalami penyakit
gangguan jin, karena fadhilat ayat2 tersebut amat mustajab untuk mengusir jin2
jahat/sihir serta memagari diri kita. Selain itu penderita juga bisa baca banyak-banyak dalam hati.
Setelah membaca zikir itu makaperut akan terasa mual dan seterusnya
sendawa/muntah Ini petanda segala jin-jin dalam tubuh kita beransur-ansur
keluar...InsyaAllah..
Dengan
belajar membaca bacaan Ruqyah Insya Allah mampu menyembuh segala penyakit misteri
antaranya:
·
Stress/jiwa gelisah
·
Menyembuhkan penyakit histeris
·
Mengusir
jin didalam badan, rumah dan persaingan usaha
·
Ketegangan
dalam rumahtangga
·
Menyembuhkan
anak-anak yang menangis malam
·
Penambat
kasih sayang antara anak dan ibu bapak
·
Anak-anak
mudah mendengar kata orang tua
·
Menguatkan
hafalan dan pembelajaran
·
Membuatkan
mind lebih positif dan fokus terhadap kerja dan pembelajaran
·
Membersihkan
aura diri dan menghilangkan energi-energi negatif dari badan
Demikianlah, metode
pengobatan Ruqyah telah dilengkapi dengan berbagai metode lainnya sehingga
menjadi lebih ampuh dan berdaya guna efektif untuk menyembuhkan kasus-kasus gangguan jin/makluk jahat dengan
tuntas, dan melindungi dimasa
yang akan datang.
TATA CARA RUQYAH YANG BAIK
Ruqyah bukan pengobatan alternative. Justru seharusnya menjadi pilihan pertama
pengobatan tatkala seorang muslim tertimpa penyakit. Sebagai sarana penyembuhan, ruqyah
tidak boleh diremehkan keberadaannya.
Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah
rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya meruqyah termasuk amalan yang utama. Meruqyah termasuk kebiasaan para nabi dan
orang-orang shalih. Para Nabi dan orang shalih senantiasa menangkis setan-setan
dari anak Adam yang diperintahkan Allah dan Rasulnya.” Karena demikian
pentingnya penyembuhan dengan ruqyah ini, maka setiap kaum Muslimin semestinya mengetahui
tata cara yang benar agar saat melakukan ruqyah tidak menyimpang dari syar’i.
Tata
cara meruqyah sebagai berikut:
1.
Keyakinan
bahwa kesembuhan datang hanya dari Allah
2. Pasien
wanita harus menutup aurat dan harus ada pihak mahrom dan menggunakan
sarung tangan tebal (jika peruqyah
pria)
3.
Ruqyah
harus dengan Al-Qur’an, hadist atau dengan nama dan sifat Allah
4.
Harus dengan bahasa Arab atau bahasa yang dapat
dipahami
5.
Mengikhlaskan
niat dan menghadapkan diri kepada Allah saat membaca dan berdo’a
6.
Membaca
surat Alfatihah, Al-falaq, An Naas, Al-ikhlas dan Al-kafirun,ditiupkan ke tubuh
7.
Menghayati
makna yang terkandung dalam bacaan Al-Qur’an dan Do’a yang sedang dibaca
8. Orang
yang meruqyah hendaknya mendengarkan bacaan ruqyahnya, baik berupa ayat Al- qur’an atau do’a dari Nabi Muhammad SAW.
Supaya penderita belajar dan merasa nyaman
bahwa ruqyah yang dibacakan
sesuai dengan syari’at.
9. Meniup
pada tubuh orang yang sakit ditengah-tengah pembacaan ruqyah. Caranya dengan
tiupan lembut tanpa keluar air ludah. Nabi Muhammad SAW dalam meruqyah
tiupannya seperti orang yang makan kismis,tidak ada air ludahnya yang keluar.
(HR Muslim kitab As Salam 14/182)
10. Jika
meniupkan ke dalam media yang berisi air atau lainnya, tidak masalah. Untuk media
yang paling baik ditiup
adalah minyak zaitun.
11. Mengusap
orang yang sakit dengan tangan kanan. Ini berdasarkan hadist. ‘Aisyah berkata
Rasulullah tatkala dihadapkan pada
seseorang yang mengeluh kesakitan diusapkan dengan tangan kanan
(HR. Muslim, Syarah AN-Nawawi 14/180)
12. Bagi
orang yang meruqyah diri sendiri, letakkan tangan di tempat yang dikeluhkan
seraya mengatakan Bismillah 3x.
13. Bila
penyakit terdapat di salah satu bagian tubuh, kepala, kaki atau tangan maka dibacakan pada tempat tersebut.
14. Apabila
penyakit berada di sekujur badan atau lokasinya tidak jelas, seperti gila, dada sempit
atau keluhan pada mata, maka
cara mengobatinya dengan membacakan ruqyah di hadapan penderita.
Reaksi terapi ruqyah secara mandiri atau
diruqyah oleh seorang mu’alij ada 2 macam reaksi yaitu reaksi lembut dan reaksi
keras :
1.
Adanya rasa keinginan yang kuat cepat-cepat
menghentikan ayat-ayat Al-qur’an yang disuarakan atau terjadi reaksi frontal artinya:
Jin berasal dari kanuragan, tenaga dalam dan sejenisnya, aliran non muslim
(bukan dari wirid bid’ah) atau dari khodam yang didatangkan dengan cara cara
tirakat, wirid dan sejenisnya.
2. Reaksi keras terlihat tenang. Artinya Jin
berasal dari khodam yang didatangkan dengan lebel Islam yaitu dengan wirid dan
dzikir.
3.
Menangis. Artinya ada problem berat yang
menyertai gangguan jin.
4.
Tercekik. Artinya ada jimat dan pusaka.
5.
Lemas atau pingsan. Artinya psikis lemah,
pasien sedang mengalami beban berat
6. Muncul penampakan ketika memejamkan mata saat
diruqyah. Artinya sosok yang muncul tersebut adalah jin yang mengganggu (jika
kasus sihir agak berbeda)
7. Bicara tidak terkendali dan tidak terarah alias
ngomel gak jelas arahnya. Artinya psikis lemah, dalam kesendirian sulit
mengendalikan diri, mudah terpengaruh emosi sangat tidak stabil. Jin licik dan
tersembunyi, sangat dominan
mempengaruhi dalam keseharian
pasein, seperti emosinya, perasaan suka dan tidak suka, cara berpikir, cara
komunikasi dll. Lebih
sering berasal dari jin keturunan atau amalan (termasuk pemahaman yang salah)
