Kamis, 29 Mei 2014

Add caption

Terapi Ruqyah Syar’iyAH


Saudara/saudariku yang dirahmati Allah, saat ini, sering kali kita. mendengar terapi pengobatan Ruqyah  namun pengertian yang terlintas dibenak kita adalah terapi untuk mengusir gangguan jin. Hal ini adalah pendapat keliru dan  salah kaprah dikalangan masyarakat saat ini. Padahal Ruqyah yang sesuai syar’i adalah sunnah Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam yang disyari’atkan untuk dilakukan bagi setiap muslim pertama kali saat dirinya merasa sakit, baik sakit fisik maupun karena gangguan jin.
Apa itu Ruqyah ?
Ruqyah (dengan huruf ra’ di dhammah) adalah yaitu bacaan untuk pengobatan syar’i (berdasarkan riwayat yang shahih atau sesuai ketentuan ketentuan yang telah disepakati oleh para ulama) untuk melindungi diri dan untuk mengobati orang sakit. Bacaan ruqyah berupa ayat ayat al-Qur’an dan doa-doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam.
Ruqyah adalah membacakan ruqyah Syar’iyyah (bacaan Al-qur’an, dzikir dan do’a). Jiwa  seseorang apabila dipenuhi dengan dzikir, wirid dan mensucikan nama Allah niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir. Orang yang terkena sihir akan sembuh dengan membaca ruqyah sendiri atau dari orang lain dengan ditiupkan pada dada atau tubuh yang sakit sambil membaca dzikir dan do’a.
Allah berfirman, “Katakanlah, ‘AlQur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang orang yang beriman.’” (Qs. Fushilat: 44)
Dan di surah Al Isra’ 82, “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang orang yang beriman.”
Surat Yunus ayat 57, “Hai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian, dan penyembuh bagi penyakit penyakit  (yang berada) didalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
            Pada masa jahiliyah, telah dikenal pengobatan ruqyah. Namun ruqyah kala itu banyak mengandung kesyirikan. Misalnya menyandarkan diri kepada sesuatu selain Allah, percaya kepada jin, meyakini kesembuhan dari benda benda tertentu, dan lainnya. Setelah Islam datang, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang ruqyah kecuali yang tidak mengandung kesyirikan, ‘Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’
Beliau menjawab, ‘Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu diperbolehkan selama tidak mengandung syirik’.” (HR. Muslim no. 2200)
            Al-Qurthubi rahimahullah berkata, “Hadits menunjukkan bahwa hukum asal seluruh ruqyah adalah dilarang, sebagaimana yang tampak dari ucapannya: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang ruqyah.’ Larangan terhadap segala ruqyah itu berlaku secara mutlak. Karena di masa jahiliyyah mereka meruqyah dengan ruqyah-ruqyah yang syirik dan tidak bisa dipahami maknanya. Mereka meyakini bahwa ruqyah-ruqyah itu berpengaruh dengan sendirinya. Ketika mereka masuk Islam dan hilang dari diri mereka yang demikian itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka dari ruqyah. Secara umum agar lebih mantap larangannya dan lebih menutup jalan (menuju syirik). Selanjutnya ketika mereka bertanya dan mengabarkan kepada beliau bahwa mereka mendapat manfaat dengan ruqyah-ruqyah itu, beliau memberi keringanan sebagiannya bagi mereka. Beliau bersabda, ‘Perlihatkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Tidak mengapa menggunakan ruqyah-ruqyah selama tidak mengandung syirik’.

Mencegah Lebih Baik dari Mengobati.
            Saudara/saudariku sesungguhnya syari’at Islam telah sempurna sehingga tidak ada hal melainkan sudah ada keterangannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Karena itu, Allah telah mengabarkan apa apa yang baik bagi seorang hamba dan apa apa yang mesti ditinggalkan dengan segala hikmah yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui.
            Diantara apa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu berdzikir mengingat Allah dalam setiap keadaan, dzikir pagi dan petang hari, ketika hendak tidur,  ketika masuk dan keluar rumah, saat memakai baju, dan lainnya hingga tidur lagi. Jika kita selalu menjaga dzikir dzikir ini pada waktunya, niscaya ia akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, mencegah segala keburukan, mendatangkan berbagai manfaat dan menolak datangnya bahaya.
            Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Jika Allah akan memberi kunci kepada seorang hamba, berarti Alah akan membukakan (pintu kebaikan) kepadanya dan jika seseorang disesatkan Allah, berarti ia akan tetap  berada di muka pintu tersebut.” Bila seseorang tidak dibukakan hatinya untuk berdoa dan berdzikir, maka hatinya selalu bimbang, perasaannya gundah gulana, pikiran kalut, gelisah hasrat dan keinginannya menjadi lemah. Namun bila seorang hamba selalu berdoa dan berdzikir memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan, niscaya hatinya menjadi tenang karena ingat kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(Qs. Ar Ra’d: 28)
            Doa dan dzikir yang dilaksanakan seharusnya adalah doa dan dzikir yang ada tuntunannya dari Rasulullah. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Dzikir yang paling baik dan paling bermanfaat adalah doa dan dzikir yang diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, dilaksanakan dengan konsisten dari doa dan dzikir yang dicontohkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta orang yang melakukannya memahami makna dan maksud yang terkandung didalamnya.”
            Seorang muslim seharusnya menjaga diri semaksimal mungkin dengan hal-hal yang telah disyari’atkan Allah Ta’ala yaitu menjaga Allah Ta’ala dengan benar benar mengikhlaskan diri dalam mentauhidkan-Nya, senantiasa bertaqwa, senantiasa berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjauhi bid’ah.

  
TATA CARA MELAKUKAN RUQYAH: Untuk Meruqyah Diri Anda Sendiri, Keluarga Anda Dan Rumah/ Kamar Anda

Ayat-ayat ruqyah ini merupakan ayat-ayat ruqyah yang sangat ampuh dan efektif di dalam mengusir jin dan setan, dan membuatnya tak berdaya. Selain mengeluarkan jin dan setan dari tubuh Anda, bisa digunakan dengan tujuan untuk menyembuhkan beberapa penyakit akibat pengaruh dari setan dan jin, juga dapat digunakan untuk menangkal serangan sihir. Dengan secara rutin membacanya pula maka diri kita akan “bersih” dari setan dan jin; karena baik disadari atau tidak sebenarnya diri kita dengan mudah dapat dimasuki oleh setan dan jin; maka dengan secara rutin mengamalkan ayat-ayat ruqyah ini maka diri kita akan bersih dari setan dan jin. 
Di bawah ini saya jelaskan cara menggunakannya untuk berbagai tujuan tersebut:

1.      Agar ayat-ayat ruqyah itu mempunyai kekuatan yang maksimal di dalam mengusir dan membasmi setan dan jin maka semua ayat dibaca dari  awal sampai akhir.
2.      Untuk masing-masing ayat sebaiknya diulang 3X (tiga kali) membacanya.
3.      Dilakukan setelah shalat maghrib
4.      Sebelum melakukannya harus berwudlu terlebih dahulu.
5.  Sebaiknya dilakukan dengan istighfar terlebih dahulu sebanyak-banyaknya. Contoh istighfar yang pendek: Astaghfirullahal‘adziim... Astaghfirullahal‘adziim... Astaghfirullahal‘adziim... Setelah itu dimulai membaca ayat-ayat ruqyah.
6.      Setelah Anda selesai melakukannya dengan khusu’ dan ikhlas dengan  menghadapkan diri sepenuhnya  kepada Allah SWT, maka Anda akan mengalami beberapa kejadian; misalnya, ada sesuatu yang bergerak-gerak di dalam bagian tubuh Anda, di tangan, di kaki, di mata atau di bagian tubuh Anda yang lain. Itulah jin atau setan di dalam tubuh Anda yang tidak tahan terhadap efek atau khasiat ayat-ayat ruqyah tersebut, di mana jin atau setan tersebut akan keluar dari tubuh Anda. Hal itu Anda rasakan, dan intensitas sesuatu yang bergerak-gerak tersebut bisa sebentar, sedang sampai berlangsung lama di bagian tubuh Anda.
7.    Anda jangan takut. Setan atau jin yang bergerak-gerak di bagian tubuh   (misalnya ditangan, di mata atau bagian tubuh yang lain) Anda itu merupakan REAKSI atau PERTANDA yang menggambarkan kalau Anda telah berhasil me-ruqyah diri Anda sendiri. Bila  perlu, diulangi lagi membacanya dari awal (Bagian I) sampai akhir  (Bagian X) sebab meskipun telah selesai membacanya, sesuatu yang bergerak-gerak di bagian tubuh Anda itu kadang berlangsung lama, karena itu perlu diulang. Dan lama-lama akan hilang, yang berarti bahwa jin atau setan itu telah keluar dari tubuh Anda.
8.     Sebaiknya Anda melakukan shalat malam (Tahajjud) setelah membaca ayat-ayat ruqyah tersebut dan banyak-banyak berdzikir kepada Allah SWT.
9.      Lakukan membaca ayat-ayat ruqyah tersebut secara rutin, insyaAllah, Allah  SWT akan menjaga Anda dari segala pengaruh jin dan setan. Dan anda akan sehat, dihindarkan  dari penyakit-penyakit.
10. Penting untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Ayat-ayat ruqyah akan    sangat efektif dan mempunyai efek yang berlipat-ganda bagi seseorang yang selalu meningkatkan kedekatannya kepada Allah SWT.
11. Praktekkan terus ayat-ayat ruqyah tersebut untuk meruqyah diri Anda sendiri. Jika Anda sudah terbiasa maka anda bisa meningkatkan penggunaanya untuk meruqyah keluarga dekat Anda. Terus lakukan dengan istiqamah, agar diri dan keluarga Anda senantiasa bersih dari jin dan setan yang memang tugasnya adalah menggoda manusia. Bahkan setelah Anda betul-betul terbiasa, maka Anda bisa meruqyah orang lain yang membutuhkan pertolangan baik untuk melindunginya dari jin dan setan, maupun lebih jauh yaitu menyembuhkan orang yang kerasukan jin.

Ciri-ciri orang yang kejinan diantaranya sebagai berikut :
1.      Denyutan jantung makin kencang
2.      Badan begetar
3.      Ada benda bergerak-gerak bawah kulit
4.      Mengantuk/menguap
5.      Batuk
6.      Gelisah
7.      Panas di tengkuk
  Jika ada yang mengalami gejala-gejala diatas, kemungkinan besar ada jin yang menghuni tubuh anda. Penjelasannya adalah jin yang berada dalam tubuh kita akan bergerak melalui saluran darah kita, ayat-ayat ruqyah syariah ini pula amat mustajab dalam menyakiti mereka, lalu mereka akan kucar-kacir dalam darah kita lalu menyebabkan degupan jantung kita bertambah kencang. Bagi penderita kejinan akan merasakan mata mengantuk apabila mendengar ayat-ayat suci yang dibacakan oleh         seorang praktisi ruqyah atau bisa mendengarkan CD MP3 Ruqyah. Ruqyah akan membantu mereka yang mengalami penyakit gangguan jin, karena fadhilat ayat2 tersebut amat mustajab untuk mengusir jin2 jahat/sihir serta memagari diri kita. Selain itu penderita  juga bisa baca banyak-banyak dalam hati. Setelah membaca zikir itu makaperut akan terasa mual dan seterusnya sendawa/muntah Ini petanda segala jin-jin dalam tubuh kita beransur-ansur keluar...InsyaAllah..

        Dengan belajar membaca bacaan Ruqyah Insya Allah mampu menyembuh segala penyakit misteri antaranya:
·         Stress/jiwa gelisah
·         Menyembuhkan penyakit histeris
·         Mengusir jin didalam badan, rumah dan persaingan usaha
·         Ketegangan dalam rumahtangga
·         Menyembuhkan anak-anak yang menangis malam
·         Penambat kasih sayang antara anak dan ibu bapak
·         Anak-anak mudah mendengar kata orang tua
·         Menguatkan hafalan dan pembelajaran
·         Membuatkan mind lebih positif dan fokus terhadap kerja dan pembelajaran
·         Membersihkan aura diri dan menghilangkan energi-energi negatif dari badan
  Demikianlah, metode pengobatan Ruqyah telah dilengkapi dengan berbagai metode lainnya sehingga menjadi lebih ampuh dan berdaya guna efektif untuk menyembuhkan kasus-kasus gangguan jin/makluk jahat dengan tuntas, dan melindungi           dimasa yang akan datang.

TATA CARA RUQYAH YANG BAIK

            Ruqyah bukan pengobatan alternative. Justru seharusnya menjadi pilihan pertama pengobatan tatkala seorang muslim tertimpa penyakit. Sebagai sarana penyembuhan, ruqyah tidak boleh diremehkan keberadaannya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya meruqyah termasuk amalan yang utama. Meruqyah termasuk kebiasaan para nabi dan orang-orang shalih. Para Nabi dan orang shalih senantiasa menangkis setan-setan dari anak Adam yang diperintahkan Allah dan Rasulnya.” Karena demikian pentingnya penyembuhan dengan ruqyah ini, maka setiap kaum Muslimin semestinya mengetahui tata cara yang benar agar saat melakukan ruqyah tidak menyimpang dari syar’i.

Tata cara meruqyah sebagai berikut:
1.      Keyakinan bahwa kesembuhan datang hanya dari Allah
2.    Pasien wanita harus menutup aurat dan harus ada pihak mahrom dan menggunakan sarung   tangan tebal (jika peruqyah pria)
3.      Ruqyah harus dengan Al-Qur’an, hadist atau dengan nama dan sifat Allah
4.      Harus  dengan bahasa Arab atau bahasa yang dapat dipahami
5.      Mengikhlaskan niat dan menghadapkan diri kepada Allah saat membaca dan berdo’a
6.      Membaca surat Alfatihah, Al-falaq, An Naas, Al-ikhlas dan Al-kafirun,ditiupkan ke tubuh
7.      Menghayati makna yang terkandung dalam bacaan Al-Qur’an dan Do’a yang sedang dibaca
8.    Orang yang meruqyah hendaknya mendengarkan bacaan ruqyahnya, baik berupa ayat Al-     qur’an atau do’a dari Nabi Muhammad SAW. Supaya penderita belajar dan merasa nyaman     bahwa ruqyah yang dibacakan sesuai dengan syari’at.
9.   Meniup pada tubuh orang yang sakit ditengah-tengah pembacaan ruqyah. Caranya dengan tiupan lembut tanpa keluar air ludah. Nabi Muhammad SAW dalam meruqyah tiupannya seperti orang yang makan kismis,tidak ada air ludahnya yang keluar. (HR Muslim kitab As Salam 14/182)
10.  Jika meniupkan ke dalam media yang berisi air atau lainnya, tidak masalah. Untuk media yang paling baik ditiup adalah minyak zaitun.
11.  Mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan. Ini berdasarkan hadist. ‘Aisyah berkata Rasulullah    tatkala dihadapkan pada seseorang yang mengeluh kesakitan diusapkan dengan tangan kanan
(HR. Muslim, Syarah AN-Nawawi 14/180)
12.  Bagi orang yang meruqyah diri sendiri, letakkan tangan di tempat yang dikeluhkan seraya mengatakan Bismillah 3x.
13.  Bila penyakit terdapat di salah satu bagian tubuh, kepala, kaki atau tangan maka dibacakan pada tempat tersebut.
14.  Apabila penyakit berada di sekujur badan atau lokasinya tidak jelas, seperti gila, dada sempit  atau keluhan pada mata, maka cara mengobatinya dengan membacakan ruqyah di hadapan penderita.

Reaksi terapi ruqyah secara mandiri atau diruqyah oleh seorang mu’alij ada 2 macam reaksi yaitu reaksi lembut dan reaksi keras :
1.      Adanya rasa keinginan yang kuat cepat-cepat menghentikan ayat-ayat Al-qur’an yang disuarakan atau terjadi reaksi frontal artinya: Jin berasal dari kanuragan, tenaga dalam dan sejenisnya, aliran non muslim (bukan dari wirid bid’ah) atau dari khodam yang didatangkan dengan cara cara tirakat, wirid dan sejenisnya.
2.     Reaksi keras terlihat tenang. Artinya Jin berasal dari khodam yang didatangkan dengan lebel Islam yaitu dengan wirid dan dzikir.
3.      Menangis. Artinya ada problem berat yang menyertai gangguan jin.
4.      Tercekik. Artinya ada jimat dan pusaka.
5.      Lemas atau pingsan. Artinya psikis lemah, pasien sedang mengalami beban berat
6.   Muncul penampakan ketika memejamkan mata saat diruqyah. Artinya sosok yang muncul tersebut adalah jin yang mengganggu (jika kasus sihir agak berbeda)

7.    Bicara tidak terkendali dan tidak terarah alias ngomel gak jelas arahnya. Artinya psikis lemah, dalam kesendirian sulit mengendalikan diri, mudah terpengaruh emosi sangat tidak stabil. Jin licik dan tersembunyi, sangat dominan mempengaruhi dalam keseharian pasein, seperti emosinya, perasaan suka dan tidak suka, cara berpikir, cara komunikasi dll. Lebih sering berasal dari jin keturunan atau amalan (termasuk pemahaman yang salah) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar